ANALISIS YURIDIS PERUBAHAN STATUS SUAKA MARGASATWA MAMBERAMO FOJA MENJADI TAMAN NASIONAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT ADAT SOBEY
Keywords:
Legal Analysis, Wildlife Sanctuary, National Park, Mamberamo Foja, Sobey Indigenous Community.Abstract
Changing the status of a conservation area is an effort to increase the effectiveness of biodiversity protection while supporting sustainable natural resource management. However, this change can have legal and social implications for indigenous communities living in and around the conservation area. This study aims to analyze the procedures for changing the status of the Mamberamo Foja Wildlife Sanctuary to a National Park and its impact on the Sobey Indigenous Community. The research method used is empirical normative law with a legislative and field approach. Data were obtained through literature studies and interviews with the Papua KSDA Center and Sobey Indigenous Community leaders. The results show that the change in the area's status has been implemented in accordance with legal provisions through stages of technical studies, stakeholder consultations, and determination by the Minister of Environment and Forestry. This change in status provides opportunities for more comprehensive area management, but also affects indigenous communities' access to natural resources. The Sobey Indigenous Community can still carry out limited traditional activities in accordance with national park management regulations. Therefore, recognizing indigenous people's rights and their involvement in area management are important factors in realizing equitable and sustainable conservation.
Downloads
References
Fatem, S. M., & Rumbewas, A. Alkitab dan Konservasi Alam: Argumentasi Konservasi Alam sebagai Tujuan Tertinggi Ekoteologi. PT Kanisius.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muliadi, A. Analisis Kebijakan atas Perubahan Status Zona Inti pada Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil. Doctoral Dissertation, IPB University.
Padmanaba, M., Boissière, M., Sumantri, H., & Achdiawan, R. (2012). Pandangan tentang Perencanaan Kolaboratif Tata Ruang Wilayah di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, Indonesia: Studi Kasus di Burmeso, Kwerba, Metaweja, Papasena dan Yoke. Laporan Penelitian.
Putra, I. G. N. (2022). Peran Hukum Adat dalam Konservasi Lingkungan. Jurnal Hukum dan Kebijakan Publik, 9(1), 55–70.
Sirait, M. (2019). Hak Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Soemitro, R. (2019). Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suteki, & Taufani, G. (2020). Metodologi Penelitian Hukum: Filsafat, Teori, dan Praktik. Jakarta: Rajawali Pers.
Verbist, B., & Pasya, G. (2004). Perspektif sejarah status kawasan hutan, konflik dan negosiasi di Sumberjaya, Lampung Barat-Provinsi Lampung. Agrivita, 26(1), 20–28.
Wali, Z., Jufri, Y., & Karim, A. (2020). Kajian Kondisi Eksisting Kawasan Suaka Margasatwa Gambut Rawa Singkil. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 5(2), 277–282.
Wibowo, H. (2021). Keadilan Lingkungan dan Hak Masyarakat Adat di Kawasan Konservasi. Jurnal Hukum dan Keadilan Sosial, 4(2), 91–108.
Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.
Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1499 Tahun 2024 tentang Perubahan Fungsi Dalam Fungsi Pokok Suaka Margasatwa Mamberamo Foja Menjadi Taman Nasional Mamberamo Foja.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




