Pelatihan Pembuatan Herbisida Dari Sisa Sampah Dapur Di Desa Wonodadi, Pringsewu, Lampung

Authors

  • Indriyani Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung Author
  • Devi Eka Lestari Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung Author
  • Nida Lidya Susanti Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung Author
  • Siti Solekha Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung Author

Keywords:

Pelatihan, Herbisida, Sampah Dapur, Kelompok Tani

Abstract

Penggunaan herbisida kimia sintetis dalam kegiatan pertanian di Desa Wonodadi, Pringsewu, Lampung masih menjadi pilihan utama petani dalam pengendalian gulma. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya biaya produksi, risiko kesehatan, serta potensi pencemaran lingkungan. Di sisi lain, limbah organik rumah tangga berupa sisa bahan dapur belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya dibuang begitu saja, padahal memiliki potensi sebagai bahan baku herbisida alami yang ramah lingkungan. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat menjadi faktor utama belum berkembangnya pemanfaatan limbah tersebut. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Wonodadi, Pringsewu, Lampung dalam mengolah sisa bahan dapur menjadi herbisida alami, serta mendorong penerapan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal. Solusi yang ditawarkan berupa pelatihan pembuatan herbisida alami dari sisa bahan dapur melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan tentang bahaya herbisida kimia, demonstrasi pembuatan herbisida alami, praktik mandiri oleh peserta, serta pendampingan aplikasi di lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik dan penggunaan  herbisida alami. Peserta mampu memproduksi herbisida sederhana secara mandiri dan mengaplikasikannya pada lahan pertanian skala kecil. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah berkurangnya ketergantungan terhadap herbisida kimia, penurunan biaya produksi pertanian, peningkatan kesadaran lingkungan, serta terciptanya praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. Luaran yang diperoleh dari kegiatan ini meliputi peningkatan kapasitas masyarakat, produk herbisida alami berbasis limbah dapur, modul pelatihan, dokumentasi kegiatan, serta publikasi artikel pengabdian kepada masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arianti, I., dan Hudawi, N. (2025). Aplikasi Berbagai Air Cucian Beras pada Fase Vegetatif Tanaman Cabai (Capsocum annum L.). SIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian, 2(1): 82-88.

Dolianitis, B. M., Frescura, V. D. S., Furtado, G. D. F., Tres, M. V., dan Zabot, G. L. (2025). Plant-Based Bioherbicides: Review of Eco-Friendly Strategies for Weed Control in Organic Farming. AgriEngineering, 7(9): 288.

MIPA UB. (2025). Pemanfaatan Air Sisa Cucian Beras Masyarakat Desa Kambingan menjadi Pupuk Tanaman. Fakultas MIPA.

Simon, C. G., Victor., dan Sombolayuk, O. (2025). Pengembangan Herbisida Alami dari Cuka Aren untuk Meningkatkan Produktifitas Pertanian Lokal. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: 6(1): 26-32.

Sutanto, H. (2017). Herbisida Alami: Solusi Ramah Lingkungan dalam Pengendalian Gulma. Hal 12.

Wahyuni, N., dan Fitria, A. (2025). Potensi Senyawa Bioaktif pada Sampah Organik sebagai Pestisida Nabati. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(1).

Downloads

Published

2025-12-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pelatihan Pembuatan Herbisida Dari Sisa Sampah Dapur Di Desa Wonodadi, Pringsewu, Lampung (Indriyani, Devi Eka Lestari, Nida Lidya Susanti, & Siti Solekha, Trans.). (2025). CENDIKIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(2), 62-68. https://ejournal.sociovisionary.com/index.php/cendikia/article/view/178